Di hari kemenangan, aku justru kalah… kalah oleh waktu yang tak bisa kuputar. Yang tersisa hanya doa, untuk ibu yang kini tak lagi menungguku pulang. “ MUKENA UNTUK EMAK “ sebagai pengingat waktu, bahwa rindu tak hanya soal bertemu, tapi bagaimana mengobati rasa yang tak pernah berlalu..